RINDU KAMI

Wahai nabi segala nabi

Sesungguhnya, dalam dirimu

Ada teladan bagi kami..

Yang akan membawa kami pada kemuliaan

Dan menempatkan kami pada surga Tuhan

 

Meski panjang jarak waktu

Antaramu dan aku

Namun rindu-rindu dihati  ini

slalu tertuju padamu

 

Kurangkaikan bait-bait shalawat

Berharap kemuliaan syafaat

Darimu ..yaa..Muhammad

 

Pada maulid yang syahdu

Kami kenang lahirmu

Sebagai penerang jalan kami

Menjadi muslim sejati

Muliamu Adalah Mulia Untukku

Sia-sia langkahku
Meski berlimpah keberuntunganku
Karena kulupakan mu
Hadirmu nyata, ucapanmu do’a
Dalam diam dan sujudmu…
Dalam tengadahmu kau baluri aku mantra-mantra asa
Meski beban berat dipundak
Tapi engkau tak hendak mengelak
Membasuh perih sayatan luka
Demi harapan kehidupanku menjadi mulia
Tangismu dan kesengsaraanmu
Hanya dapat terhapus dengan memuliakanmu
Karena itu berarti kemuliaanku pula
Tuhan…
Jangan biarkan karena sombongku
Kau hilangkan kesadaranku
Jangan biarkan karena serakahku
Cinta Ibu menjauh dariku
Beri hamba kesempatan agar dapat memuliakanya selalu

Salam hormat pada alam

Salam hormat aku sampaikan
pada angin yang bertiup teramat kencang,
pada air dan hujan yang datang bersamaan
pada laut yang geloranya teramat bersemangat

dan tanpa mengurangi hormatku
atas sabda Tuhan kepada mu
maka kuminta pengertianmu tuan.

Bertiuplah sekedar mengingatkan
jangan menghancurkan
Menderaslah sekadar membasahkan
Jangan memporandakan
Gelorakanlah sekedar menunjukan keagungan
Jangan menghempaskan

Meski kami sadar, karena…
Seringkali kami tak cukup dengan itu

Salam hormat aku sampaikan
Pada angin, pada air, pada laut

Demi Cintaku Kepada-Mu

Demi cinta….
Telah kukendalikan jiwaku
untuk datang menemui-Mu, Tuhan

Telah kusediakan waktuku kini
untuk selalu dekat …
dan melafalkan mantra-mantra cinta
syair-syair pujian

Rabbi….cinta yang terindah
adalah mencintai-Mu
Karena cinta yang aku rasakan
Adalah sebuah cinta yang membawa
kepada kebajikan
kedamaian
dan hanyutnya perasaan

Demi cintaku kepada-Mu
Telah kusaksikan rahmat-Mu
dan segala kemurahan-Mu
bumi yang terhampar sebagaimana titah
Angin berhembus menyebar
Bagaskara pergi dan datang
seolah tiada bosan

Rabbi…karena cintaku ini
Izinkan hamba bermimpi
Dan menyeret serta angan hamba

Dimana hamba berada dalam kenikmatan
Dan kehidupan yang tiada mungkin berakhir
Berada dalam surga abadi
Yang dijaga oleh para malaikat
Yang tidak mungkin binasa.

Demi cintaku
Bimbing tanganku
agar selalu dapat merasakan
Indahnya ridho dari-Mu

Birunya KeagunganMu

Dalam batas pandang mataku
Tertebar kilau kemilau
Pada warna-warni perak
Sentuhan bagaskara yang beranjak

Di belantara lautMu
Adalah biru dan kedalaman

Birunya keagunganMu dan
Kedalaman kalbu-kalbu
Tempat segala rasa tertumpah
Rongga segala rahasia tercurah

Dalam diam aku merangkai kata
Dalam diam kuingin terjawab segala tanya
Dalam diam hadir segenap pengakuan
Bahwa kuasaMu tak tertandingkan

Pucuk-Pucuk Baru

Tahukah kau pucuk2 baru
yang tiba-tiba ada
pada batang-batang pohon
yang lama tak berdaun berdahan

wangi pucuknya tertebarkan
mengalun sejauh ingatan

tentang pohon jati
yang tlah lama tumbang
namun akarnya tak tercerabut
meski rapuh dan lapuk

aku melihat itu padamu
pucuk-pucuk daun itu untukku
aromanya menyadarkanku
betapa hadirmu adalah kebahagiaan untukku…

lembut tatap matamu
adalah kesahajaan pinus dan kebaikan melati
yang tertebar dihalaman rumah

sentuhan halus bahasamu
mengingatkanku
dan membuai rindu-rindu

tapi kuyakin, ini adalah rasa rindu
yang membuncah dan mengharu
karena kau layaknya pohon jati itu

Wonder Women

Aku bukan wonderwomen
Yang bisa terus bertahan
dalam segala kesulitan
Yang dapat menjadi tumpuan harapan
bagi banyak keinginan
Karena aku sendiri adalah sebuah keinginan.

Aku bukan Catwomen
Yang hidup karena datang kesempatan
menjadi penyelesai
Pada setiap ketidakmapanan
Karena aku sendiri posesif tehadap kemapanan