Tahukah kau pucuk2 baru
yang tiba-tiba ada
pada batang-batang pohon
yang lama tak berdaun berdahan
wangi pucuknya tertebarkan
mengalun sejauh ingatan
tentang pohon jati
yang tlah lama tumbang
namun akarnya tak tercerabut
meski rapuh dan lapuk
aku melihat itu padamu
pucuk-pucuk daun itu untukku
aromanya menyadarkanku
betapa hadirmu adalah kebahagiaan untukku…
lembut tatap matamu
adalah kesahajaan pinus dan kebaikan melati
yang tertebar dihalaman rumah
sentuhan halus bahasamu
mengingatkanku
dan membuai rindu-rindu
tapi kuyakin, ini adalah rasa rindu
yang membuncah dan mengharu
karena kau layaknya pohon jati itu